Ibadah Pembukaan Pepenkris 2016
Selasa, 23 Agustus 2016 12:49 WIB

Ada yang berbeda dalam pembukaan Pekan Pendidikan Kristen (Pepenkris) tahun ini, karena Senin lalu, 22 Agustus 2016, seluruh siswa-siswi dan guru-karyawan sekolah-sekolah YPKI Magelang, mulai dari KB, TK, SD, SMP, dan SMA, bersama-sama mengadakan ibadah pembukaan di GKI Pajajaran Magelang.


Ini kali pertama bagi sekolah-sekolah YPKI Magelang untuk mengadakan ibadah bersama-sama untuk semua jenjang. Sebelumnya, ibadah pembukaan Pepenkris diadakan di unit masing-masing, diikuti dengan kegiatan per unit juga, seperti renungan harian maupun perlombaan yang umumnya sekalian dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia.



Dalam sukacita dan semangat, siswa-siswi bersama-sama bernyanyi dan mendengarkan kotbah yang disampaikan oleh Ev. Esther Kusuma dari GKI Diponegoro Magelang. Rangkaian pujian dipimpin oleh tim pemimpin pujian, singers, dan musik dari siswa-siswi dari SMA dan SMP Kristen Indonesia. Juspen (XII) dan Alin (XII) menjadi pemimpin pujian yang berhasil membangkitkan semangat dan keceriaan siswa-siswi untuk memuji Tuhan. Kebersamaan yang terjalin diapresiasi beberapa guru dan juga anggota pengurus yang merasakan manfaatnya dari kegiatan bersama kembali di kemudian hari. 


Pepenkris dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi untuk mengingat dan memaknai kebersamaan dalam berkarya, terkhusus dalam kesaksian dan pelayanan pendidikan Kristen melalui banyak gereja dan sekolah yang tersebar di berbagai daerah di lingkungan Sinode GKJ dan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah. Tema Pepenkris tahun ini adalah "Mensyukuri Keragaman dan Menghargai Perbedaan", dimana setiap sekolah diajak untuk menghargai keberagaman ciptaan Tuhan dan menumbuhkan pandangan dan sikap positif terhadap pluralisme yang ada di masyarakat.



Sehari sebelumnya, Minggu, 21/08, Kebaktian Pembukaan Pepenkris 2016 diadakan di GKI Pajajaran Magelang, dengan kotbah dipimpin oleh Pdt. Eka Setiawan T K. Petugas pemandu nyanyian kebaktian dan musik adalah para guru yang terlibat dalam Tim Bina Karakter dan Kerohanian YPKI Magelang, sementara beberapa kepala sekolah dan guru-karyawan juga terlibat sebagai penyambut jemaat dan juga pengedar kantong kolekte.